Sabtu, 17 Februari 2018

Rejeki dan Kemampuan Tiap Manusia Nggak Sama Saay !!

Setiap  manusia itu memiliki rejeki dan kemampuan masing2. Manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan berdoa. Namun semuanya akan kembali pada yang maha mengatur yaitu Allah. Aku bilang gitu karena kenyataan yang ada yang emg gitu dan seperyinya mutlak. Aku yakin  untuk mendapatkan sesuatu yang aku harapakan, tapi Allah berkata lain. Pertama, soal jodoh, awalnya aku ragu dengan datangnya kembali si itonk ke aku. Tapi dia berusaha menyakini agar aku bisa menerima dia lagi. Oke, aku pun bisa percaya dgn segala ungkapan2 keseriusannya. Namun Allah yang bisa membolak balikkan hati manusia dan berubahlah hati itonk yang meninggalkan aku dgn cara yang ga baik. Berarti dia bukan untukku dan bisa jadi dia bukan jodoh dari Allah. Aku mau nggak mau harus ikhlas dan menerima semua keadaan pahitnya. Kedua, Daddy pergi untuk selamanya, siapa yang mau coba ditinggal sama orang tua?, nggak ada yang mau. Namun itu kehendak Allah. Daddy diambil dengan begitu cepat dan tanpa ada yang tau. Itu rahasia Allah. Kembali lagi saya harus ikhlaskan semuanya. Padahal waktu itu aku mau menghadapi test perangkat desa. Aku berusaha untuk konsentrasi. Dimana juga pekerjaan kantor yang banyak, karena tim yang kurang valid. Apalagi posisi ku cuma contracted yang nggak ada kekuatan dan nggak ada spv yang bisa sebagai tempat diskusi. Mau nggak mau aku hadapi dengan semaksimal mungkin, semampu ku. Sedikit keteteran juga sih, cuma aku kuat2in aja dan aku syukuri apa yang ada.
Apapun yang terjadi aku berusaha konsentrasi. Sesekali mendadak aku kangen sama Daddy, dimana aku sekelibat keinget, apalagi materi yang aku pelajari biasanya aku tanya ke Daddy, karena, aku tau daddy orang pintar. Tapi sekarang nggak ada, ini menjadi beban mental buat aku. Aku pengen refreshing juga gagal , seperti ke Jakarta kemarin. Padahal rencana ke Jakarta itu udah sejak lebih awal dari daftar perangkat desa.

Aku sih udah feeling kemarin sore, mendadak aku merasa apakah aku bisa lolos?, bagaimana jika aku nggak lolos, dengan sekuat tenaga aku kuatkan mental ku. Ini beban sebenarnya buat aku. Terutama ketika aku mau dihadapkan test, disaat aku tinggal orang tua kandung sendiri selamanya. Secara aku juga orangnya lemah, belum bisa tegar2 amat. Kelihatannya aja aku kuat didepan banyak orang, tapi sebenarnya aku lemah. Aku nggak ada power.
Entah ya orang menilai apa ke aku. Kok kliatannya senyum2 aja, tanpa ada beban pikiran, tapi sebenarnya aku nahan. Kalo aku mo marah, mo teriak, bisa2 aja. Tapi aku ingat, ini akan malah runyam. Akhirnya aku cuma bisa nangis. Dan kalau aku stress ( naudzubillahmindalik, jangan sampai), takut terganggu pekerjaan ku sekarang.aku bersykur kok masih ada pekerjaan. Setidaknya aku pnya penghasilan untuk penghidupan kebutuhanku sndiri.

Setelah kejadian test, aku nggak lolos, yaa aku tahu aku mgkin tak sepintar mereka2 yang lolos. Kemampuan aku mgkn nggak sama seperti mereka. Bener cukup disayangkan, tapi bukan berarti secara halus aku jadi terpojokkan. Seakan2 aku nggak mau berusaha, seakan2 aku nggak pintar,  aku menggampangkan sesuatu. Dia nggak melihat apa yang terjadi keadaan dan keberadaan ku tadi. Contohnya ni ya, tadi ketika aku cerita soal ketemu adiknya dari tetangga. Dia ikut test juga sama aku dan jurusan yang kami ambil sama. Itu aku baru kenal dilokasi test. Masa iya baru kenal udah minta2 nomor HP,  maksud aku kan baru kenal dan aku ya nggak kepikiran untuk langsung mnta nomor HP. Lagian kita bertetangga. Kecuali kayak si Aulia. Pada saat itu kami berdua sama2 nggu pengumuman test. Itu pentg, karena sama2 butuh informasi yang lebih urgent. Kalau sama mba narti adeknya tetangga, kan ya udah ga ada urusan yang lebih urgent. Kalo mau mnta nomlr hape, sering2 aja main2 ke rmhnya. Selesai kan. Dengan seperti ini aku bukannya menggampangkan sesuatu lho yaa. Tapi tidak perlu sesuatu hal yang nggak begitu urgent harus menjadi penting. Cukup aja bilang, "kak sering2 komunikasi aja sm adeknya bu sulis, sapa tau bs tanya2 info lowongan, kalo ada nomor hp, main2 aja ke rumahnya."
Beres kan? Tanpa harus bilang, "udah minta nomor hpnya, lho knp kok g minta"
Sbnrnya g salah, cuma ya itu terlalu mempojokkan aku seakan aku salah nggak mnta nomor HP.
Itu masalah kecil dan sepele sebenarnya, tapi disaat seperti ini, disaat aku nggak lolos gini, harusnya menguatkan dan menghibur.
Mungkin mama ini terlalu berharap ya, padahal sesuatu itu jgn terlalu berharap. Maksdnya harapan itu ada, tapi jgn dianggap berlebihan. Itu yang aku alami. Karena kalau kita nggak bisa mndapatkan apa yang kita harapkan, itu bs mnjadi penyesalan yang luar biasa. Kata "terlalu" atau "berlebihan", seharusnya dihindari. Karena tidak akan proposional nantinya. Misalanya makan, terlalu berlebihan makan, maka akan kekenyangankan, over load, trus bisa muntah, jadi apa kalau nggak proposional. Berharap bole tapi jgn terlalu, kalau bukan rejekinya, berarti mencoba yang lainnya, siapa tahu ada yang baik lagi dan sesuai dengan kita. Who knows?, Allah nggak tidur kok.

Yaa sekarang nggak tahu deh apa yang dibenak mama terhadap aku. Dan aku pun mencoba untuk ngelendek aja, siapa tahu ada benernya. Setidaknya aku posisi sebagai anak  menghormati dan menghargai orang tua seperti orang tuaku sendiri. Benar kata tante Yola, kita harus tetap ingat akan kebaikan orang, meski dia udah menyakiti kita.

Aku cerita disini untuk menguatkan diri aku sendiri. Aku menghibur diri dengan cara melupakan sejenak sesuatu yg kita inginkan nggak tercapai. Namun tetap menjadi pembelajaran ku kok kedepannya. Kalau nanti ada kesempatan dari Allah setidaknya akau udah punya sangu pengalaman dari sebelum2nya.

Minggu, 07 Januari 2018

Bismillah...

Apa yang kau katakan pagi ini dan kepada siapa kau akan katakan pagi ini
Semua hanya kepada Allah, panjatkan doa pagi ini kepada Allah, karena beliaulah maha segalanya
Tak perlu ada ketakutan, yakini Allah ada disamping kita setiap saat setiap waktu dan dimanapun kita berada.
Ucapkan bismillahirrohmannirrohim dan lalui semuanya dengan baik.

Sabtu, 02 Desember 2017

Yang deket-deket aja deh, Asal Happy


Selalu ada cerita lucu ketika kami mbolang bareng. Karena cutinya Cuma satu hari, dan kami juga nggak ada perencanaan yang matang buat long trip, akhirnya kami berdua memutuskan untuk melakukan short trip, kemana lagi kalau bukan ke Malang. Yang deket-deket aja deh, asal happy. Kalau dibilang bosen, lumayan, tapi sebenarnya masih banyak sih tempat-tempat keren yang perlu dikunjungi di Malang. Kalau mau ketempat yang lebih dingin lagi bisa lanjut lagi ke Batu. Sekarang Batu juga ramai kok. Mulai banyak tempat-tempat Wisata yang diperbarui, seperti yang aku dan mba Nyik kunjungi kemarin, yaitu Selecta. Nama Wisata yang satu ini nggak asing bagi kami berdua. Namun sudah lama banget aku nggak kesana, bahkan aku sampai lupa kapan terakhir kesana. Kalau mba Nyik sih, katanya baru tahun kemarin ke Selecta bareng ibunya.
Sebelum cerita soal tempat Wisata yang satu itu, seperti biasa aku mau cerita dulu perjalanan ku dan mb nyik sebelum sampai ke Selecta. Cerita perjalanannya menurut aku nggak biasa, selalu ada yang konyol. Terserah sih orang mau menilai apa terhadap cerita aku ini, tapi buat aku ini pengalaman yang nggak terlupakan.

Jadi ceritanya, aku dan mba Nyik ini seperti biasa janjian dulu di terminal Bungurasih. Setelah parkir sepeda motor ditempat penitipan, kami langsung masuk ke dalam terminal dan naik bus jurusan ke Malang. Alhamdulillah perjalanan Surabaya – Malang nggak ada hambatan. Sesampainya di Malang, kami nggak turun pas di terminalnya. Kami mengikuti orang-orang yang turun di lokasi banyak parkiran penitipan sepeda motor. Awalnya kami mau naik kereta, tapi nggak jadi. Knpa kami naik bus dan knpa nggak naik kereta, karena bus lebih cepet, nggak perlu beli tiket bahkan harus menentukan jadwal keberangkatan. Namanya juga short trip, jadi semua serba singkat dan dadakan. Akhirnya kami memutuskan naik bus. Mungkin kalau naik kereta untuk menyewa motor lebih mudah, karena penyewaan motor kebanyakan di kawasan stasiun.

Setelah turun, kami berencana naik angkot untuk menuju ke stasiun. Maklum jarang ke Malang ya, jadi kami sempet lupa angkot apa kalau ke stasiun. Apalagi angkot di Malang warnanya sama biru semua. Pembedanya pada hurufnya aja, ada ADL, AMG, LG, dll dan dari singkatan-singkatan itu, jujur kami lupa angkot mana yang jurusan ke stasiun. Belum lagi diangkotnya  nggak semua angkot menyebutkan keterangan destinasinya kemana aja mereka melintas. Mau nggak mau kami harus tanya dulu. Nah lagi bingung-bingungnya, tiba-tiba ada angkot yang mendekat. Sempet manggil sih si supirnya. Kami berdua mau ke stasiun Malang, nah dari situ saya lupa stasiun yang kami datangi itu kota baru atau kota lama (jujur saya nggak afal). Mungkin pelajaran ya, kalau mau ke Malang atau kota manapun harus cari tahu dulu lewat google. Asal nginget2, aku keingetnya jalan trunojoyo. Sempet tanya juga sih sama supirnya. Emang sih pertanyaan aku universal. Mau ke stasiun Malang, at least stasiun Malang ada dua. Hahaha (bodoh). Aku hanya inget nama jalannya, yaitu tadi jalan Trunojoyo. Si supir pas udah aku tanya, dia iya2 aja. Ya udah kami berdua langsung naik. Awal perjalanan biasa aja. Lama-lama aku merasa nggak enak, karena jalur yang dilalui angkot ini kok ada yang beda. Mendadak lewat kawasan Kampung Warna Warni Jodipan. Pikir saya, oh mungkin angkot yang kami naiki beda tapi melewati jalur yang kami tuju. Bener sih jalurnya beda, tapi beda pula sama tujuan kami. Ketahuannya waktu aku lagi konfirmasi ke Mas Arie rental motor. Oiya flashback bentar ya, saat perjalanan dari Surabaya menuju Malang, sebelumnya aku chatt WA ke mas Arie rental motor untuk menyakan stok motornya. Nah waktu aku dan mba Nyik di angkot, mas Arie sempet bilang, oke mba bisa, tempatnya seperti kemarin lho, di carwah stasiun kota baru. Emm perasaan aku mulai nggak enak. Akhirnya aku tanya ke supir angkot. Ini arahnya ke stasiun mana, dan si supir jawabnya “stasiun kota lama kan mba”. Dengdoooong !! salah. Pas aku mau jawab balik, eh si supir udah bilang “mba itu stasiunnya” sambil ngeberentiin angkotnya dipinggir jalan. Dan akhirnya aku dan mba nyik tiba di stasiun kota lama Malang.  Ya udah mau nggak mau turunlah aku sama mba Nyik. Habis turun bingung juga bakalan naik angkot apa ke stasiun kota baru Malang. Lagi-lagi disamperin Angkot dan ditawari sama si supir. Karna tau kesalahannya dimana, aku nggak mau ngulangin lagi. Dengan tegas aku bilang, mau ke stasiun kota Baru Malang. Akhirnya si supir langsung bilang, naik angkot belakang saja. Diangkota yang belakang, langsung aku tembak dengan pertanyaan "pak ke stasiun kota baru ya". Setalah dapat jawaban, akhirnya aku dan mba nyik naik. Di dalam angkot kami berdua sempet ketawa-ketawa sendiri atas kekonyolan aku ini.

Sampai di stasiu kota baru Malang, kami sempet menuju ke loket tiket untuk menanyakan jadwal kereta ke Surabaya. Ternyata eh ternyata, jadwal kereta ke Surabaya nggak ada, karna ada masalah di perlintasan kereta api di kawasan porong Sidoarjo, kabarnya banjir hingga menutupi railwaynya dan cukup membahayakan. Oke akhirnya nggak perlu berharap lagi buat naik kereta.
Lupakan tiket kereta, kami berdua melanjutkan ke tujuan utamanya yaitu mau nyewa motor. Seperti cerita sebelumnya, aku udah janjian sama mas Arie orang yang menyewakan motor. Tapi ternyata mas Arienya lagi nggak bias dating dia lagi jemput anaknya sekolah. Jadi kami bertemu dengan adiknya namany mas Arul. Setelah bincang-bincang, kami dialihkan ke mas Faruq. Sepertinya mas Faruq ini dari penyewaan yang berbeda, cuma harga tetap mengikuti dari tempat persewaannya mas Arie. Dan kami akhirnya dapet motor vario 125 dengan harga sewanya 60rb.

Udah dapet sewa motor, kami langsung berangkat menuju Batu. Kali ini nggak akan  nyari makan ditempat yang aneh-aneh lagi dan nggak akan nyasar lagi. Mengingat akan pengalaman  sebelumnya (di cerita blog : mbolang tipis-tipis), kami sempat cari makan siang dulu sate landak yang lokasinya keluar dari kota malang, daerah Pakis. Dan sebelum menuju ke Pakis, kami juga sempet nyasar dulu. Lucu juga sih  kalau diinget-inget.

Kami berdua sepakat cari makannya sesuai arah tujuannya, yaa yang deket-deket selecta aja. Nyik sendiri udah ngiler juga sih pengen makan bakso, okelah di Batu pasti banyak. 
Cuaca Malang mendadak berubah mendung, padahal jam 12 siang. Semakin lama mendungnya juga semakin gelap. Dan ketika sampai di kawasan Universitas Brawijaya, eh Hujan. Kami sempat berhenti dan memasang jas hujan. Perjalanan semakin naik , hujannya semakin deras. Agak ngeri juga sih soalnya jalanannya naik dan hujan, mana motor varionya agak tinggi. Aku udah nyerah diawal untuk gentian nyetir. Jujur aku takut. Nggak lama, kami sempat nginyup di pom bensin. Namun hujan semakin deras. Kalau ditunggu sampai redah, bakalan lama. Ya udah mau nggak mau langsung dilanjutin naik. Dengan bismillah kami melanjutkan perjalanan. Sampai di kota Batu, hujannya mulai redah, tapi masih grimis-grimis manja gitu. Dari kota Batu kami hanya mengikuti penunjukkan jalan aja untuk menuju ke Selecta. Ternyata agak jauh ya dibandingkan dengan menuju ke Coban Rais. Sampai di Selecta, kami berdua disambut dengan pemandangan yang aduhai banget. Perbukitan yang tertutup dengan kabut tebal dan hawanya yang mulai sejuk. Subhannallah.. enaaaaak bangeeeet. Meski badan sebagian basah, tapi kami masih menikmati keindahan dan kesejukkan itu. Tempat wisatanya juga nggak begitu rame jadi kami puas deh jalan-jalan (ya iyalah hari Senin gitu, dimana semua hectic kerja, kami malah jalan-jalan, hahaha).




Kamis, 09 November 2017

Mengunci dalam Ingatan


Ketika hari itu datang, hari dimana aku mulai menghadapi kehidupan seperti biasa. Tidak ada lagi dia yang dulu menyapa dan menanyakan keadaanku lewat pesan singkat, begitu sebaliknya. Hubungan yang pernah aku dan dia jalani mendadak hilang, lenyap bak debu tertiup angin. Dia yang dulu sempat menginginkan aku, namun saat ini terbalik (mungkin) menjadi menjauhi bahkan terkesan membenciku dan seolah aku nggak pernah jadi bagian besar dalam hidupnya lagi. 

Boodohnya, kadang suatu ketika teringat kembali tentangnya. Merindukannya yang jelas-jelas dia tak merindukanku balik, aku tahu itu sia-sia. Dan itu menjadi musuh terbesar ku untuk menjadikan diri manusia yang kuat dan tegar.

Tak seharusnya aku menyalahkan  keadaan, tapi mungkin semua sudah ada yang mengatur. Hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati manusia. Sekarang baiknya selesai sampai disini, bukan aku tidak mengusahakan atau menyerah, hanya saja aku berusaha bijaksana, mengerti kapan harus berhenti. 

Kini hanya mengunci dalam ingatan. Aku tak kan melupakannya yang sudah pernah berarti dalam hidupku. Jujur aku masih sayang, tapi mungkin tak menginginkannya karena luka. 

Hanya dengan satu benda ini yang selalu aku bawa kemanapun hingga nantinya barang ini akan punah dengan sendirinya.




Percayakan saja pada alam yang berbicara dan segala ridho Allah swt. Jika memang kami bisa bersatu, maka akan dipersatukan entah bagaimanapun caranya. Namun, jika alam berkata tidak dan tidak pula dengan keridhoan Allah swt, mungkin semua hanya kenangan dan menjadi cerita lucu ketika nanti kami bertemu dengan membawa pasangan masing-masing, bahkan dengan membawa hasil keturunan.



I am believe, Allah's plan is better than your dream. 
Inspired song "usai di sini" by Raisa






Selasa, 24 Oktober 2017

Rindu tak Rindu

Ada sesuatu yang menyiksa didada
Kegelisahan yang tak kunjung henti
Kuingin kau kembali sebenarnya
Hanya saja percuma, kau sudah terhanyut selamanya
Tak mungkin ada keajaiban yang murni
Mungkin tergantung alam yang berucap tuk bisa dipertemukan
Semua masih rahasia dan teka teki.

Memang ku rindu saat ini
Dan aku masih menanti mu
Mesti tak selamanya.

Selasa, 17 Oktober 2017

Mbolang Tipis-tipis



Nggak ada rencana yang matang, asal brangkat dengan niat nekad yang penting nyampe. Itulah saya dan teman saya yang sering saya panggil di sosmed dengan nama mba Nyik. Ini lah kebiasaan kita yang suka jalan-jalan kemana kita mau. Kali ini mbolangnya nggak jauh sih, deket-deket sini, yaitu Malang. Destinasi kali ini mau ke Coban Rais, Batu. Katanya lokasi itu sekarang jadi lokasi wisata yang lagi nghits dan menjadi spot foto-foto semua kalangan. Padahal yang saya tahu tempat itu adalah tempat ngcamp dan tempatnya (saat saya masih kuliah) cukup alami banget. Sekarang sudah bagus dan tertata dengan apiknya.
Sebelum cerita soal Coban Rais, saya mau cerita tentang perjalanan menuju ke Malang. Sebenarnya nggak ada cerita yang terlalu extream, tapi anti mainstream. Kami kumpul di Terminal Bungurasih sekitar pukul 6.45.  Lalu kami parkir sepeda motor di tempat penitipan motor dan lanjut kami masuk ke terminal yang sekarang sudah berubah tapi sebenarnya perubahannya nggak terlalu signifikan a.k.a biasa aja sih. Yang bikin beda itu hanya gedungnya diperbarui, ber- AC, dan sudah menggunakan ekskalator. Tapi ya balik lagi kalau mau naik bus nya tetep turun tangga. Bus yang kami naiki belum terlalu ramai dan kami dapat tempat duduk dibaris ketiga dari depan, lumayanlaaaah..
Bus yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 7.30 ( seinget saya sih). Selama perjalanan kami mulai membicarakan destinasinya yaitu Coban Rais. Tunggu. Sebenarnya saya ke Malang pengen ke Jodipan kampong warna warni. Tapi bakal di skip, karena lokasinya kata Nia nggak jauh beda dengan Kenjeran ( yaweslah). Ok. Lanjut ngomongin Coban Rais. Dulu tempat itu adalah lokasi untuk ospek (duh masih inget aja saya sebagai trainer). Bayangan saya tempat itu cukup nanjak dan jalanannya kurang bagus. Tapi ternyataa.. tunggu.. nanti saya lanjutkan.
Balik lagi naik bus menuju Malang. Habis ngomongin destinasi, kami ngomongin soal persewaan motor. Beberapa referensi persewaan kami jelajahi, baik informasi dari google maupun Instagram. Pertama saya dapat dari teman kantor yang kebetulan tinggal di Malang. Saya coba cek di IG, dan saya Whatsapp persewaan tsb, namun ternyata masih dilihat stock motornya dan saya lihat cukup hopeless. Lalu saya cari lagi di IG, ada beberapa yang stoknya kosong dan ada yang motornya sudah ada tapi jenisnya motornya yang kami kurang setuju. Hingga ada beberapa yang juga masih PHP. Sambil nunggu kabar baik dari tempat persewaan motor, separuh perjalanan kami buat untuk tidur, meskipun saya tetap nggak bisa tidur nyenyak. Kalau Nia kayaknya pules tuh, soalnya habis minum obat (maklum, kayaknya dia lagi kurang enak badan).
Sesampainya di Malang sekitar pukul 10.00 gitu. Kami turun tepat di Terminal Arjosari dan kami belum mendapatkan kabar baik dari persewaan motor. Nggak nyerah gitu aja, kami tanya-tanya orang sekitar tentang persewaan motor disekitar Terminal Arjosari. Sepertinya jarang, tapi ada satu tempat yang katanya nyewain motor. Lokasinya nggak jauh dari pintu keluar terminal dan dekat pom bensin ( karena disekitar itu ada pom bensin). Awalnya ragu soalnya tempatnya tak seperti tempat persewaan. Bangunan dari container dan kayak depot makan gitu. Tapi bannernya cukup besar sih kalau disitu ada menyediakan persewaan motor. Akhirnya kami coba tanya- tanya lagi dan ternyata ada satu unit yang masih tersedia. Dan yang kami lihat adalah motor honda beat kayaknya keluaran tahun 2014an gitu. Cukup meragukan, karena nampak ringkih dan kami takut kalau misalnya nanti ke lokasi Coban Rais naik motor itu. Setelah sedikit diskusi, akhirnya kami nggak jadi nyewa. Tak lama ada satu persewaan motor online yang sebelumnya sudah saya whatsapp, ngebales chatt saya. Mereka sedia dua stok sepeda. Tapi motornya kalau dipikir-pikir kayaknya cukup boros. Dan ketika saya minta diantarkan ke Terminal, orang adminnya bilang, harus nunggu dulu, karena dia mau antar motor untuk customer lain. Dan dia menawarkan kalau ingin cepat bisa langsung ke bascampnya di Stasiun Kota Baru Malang. Ya iya sih menurut informasi dari Ibu saya yang dulu pernah ke Malang naik kereta, ketika turun stasiun banyak persewaan motor berjejer2. Ya udah akhirnya kami naik angkot menuju stasiun. Eh iya sempet ketipu nih sama supir angkotnya. Masak naik angkot satu orangnya sampai delapan ribu??.  Ya sudahlah ya , anggap saja infaq ke bapak supirnya.
Sampai di stasiun, kami coba melihat-lihat persewaan motor di sekitaran jalan Trunojoyo yang nggak jauh juga dari stasiun. Ternyata benar ada beberapa berjejer motor yang ternyata diparkir untuk disewa. Dan alhmdllh akhirnya dapet honda beat tahun 2016. Tadinya dapet honda beat yang terbaru, tapi ngeri ahh, kluaran 2017 resiko besar kalau ada apa-apa ( ya nggak minta sih). Motornya udah dapet, sekarang kami mulai mikir urusan perut, terutama Nia, karena dari pagi dia belum makan nasi. Dan dia katanya pengen sate Landak. Oke saya bantu untuk cari di google dan keluar sate landak bu Ria. Karena urusan perut lebih penting, akhirnya kami nekat berangkat, dan saya nggak liat detail dimana alamatnya, pokoknya asal direction di google dan yang penting nyampe. Baru sadarnya itu waktu kami melewati gapura besar bak perbatasan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Whatt ?? setelah saya cek lagi kami perjalananya menuju ke Pakis, at least itu lokasi diluar jauh kota Malang. Tapi mau bagaimana lagi. Nasi udah menjadi bubur, perjalanan juga kurang 200m lagi, tanggung kalau puter balik. Akhirnya pas di jalan Raya Bugis, Pakis, Malang. Sampainya di lokasi, warungnya nampak sepi nggak sesuai dengan ekspetasi saya. Tapi setelah kedatangan kami, ada beberapa orang yang makan disana.
Lalu kami pesan makanannya, dan setelah melihat menunya, alamak !! sate landak, sate biawak, sate kambing, sate kelinci, sate ayam, dan sate Bulus, Bulus??? Apaan tuh (dalam hati saya). Tanpa ragu saya tanya ke ibu yang melayani kami. Katanya Bulus itu adalah kura-kura. Oh my god !! kan kasian kura-kura dibantai dan dagingnya jadi sate. Saya mendadak kepikiran sate landak tadi, yang saya bayangkan hewannya yang ada bulu-bulu lancip gitu, hiiii ngerii…
 Kayaknya si Nia juga bakal ngeri, soalnya mendadak pesen sate kelinci. Tanpa keraguan saya nyeplos "lhaa mba nyik jiperr.." dan kami saling tertawa, gimana nggak ketawa, udah jauh-jauh kesini ternyata nggak jadi pesen sate landak. Lagian sate kelinci kan bisa beli di Batu nanti. Ketika kami pesan, ternyata sate kelincinya lagi kosong. Ya udah akhirnya balik lagi sate landak. Kalau saya tetap makan sate Ayam, karena dari awal juga udah ngeri sendiri makan tau sate landak, biawak dan kawan-kawannya. 

(gambar: sayang fotonya kehapus 😏)
Setelah makan dan sholat dhuhur, kami langsung bablas ke Batu. Jalan yang kami lalui agak berbeda, karena jalan kecil yang sebelumnya kami lewati udah kelewatan. Tapi dengan begitu kami malah nemu jalan yang bisa langsung ke arah batu, tanpa muter-muter di kawasan tengah kota Malang. Kami juga mengikuti petunjuk jalan yang terpampang. Agak bingung sih, soalnya nggak sesuai kenyataan. ya udah lah ya, toh saya juga hafal jalannya. Dan kami lewat jl Soehat ( Soekarno Hatta) yang kabarnya sekarang lokasinya jadi ngehits, karena banyak tempat makan yang kekinian gitu. Ya bener sih, dulu waktu kakak saya masih kuliah ( sekitar tahun 2006-an) Soehat jalannya sepi banyak lahan kosong. Sekarang wadaww rame bahkan mulai macet. Setelah lewat Jl Soehat, saya lewat belakangnya kampus Brawijaya- Dinoyo- dan langsung menuju Batu. 

Sampainya di kota Batu, agak bingung juga jalan menuju ke Coban Rais lewat mana. Nah dari situ kami mulai cari pakai Google maps. Bayangan kami sih jalanannya bakal jelek, tapi ternyata bagus kok. Malah kami melewati sekitaran perumahan yang kelihatannya kayak villa yang disewain gitu. Dan ada lokasi yang keren banget ( menurut saya sih )






Hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari Musium Angkut untuk menuju ke Coban Rais. Pertama kali sampai, sungguh membuat saya sedikit terkejut, karena saya ingat tempat ini adalah dimana saya dulu diospek ketika mau masuk kuliah. Terkejutnya karena jelas berbeda waktu saya kesini pertama kali. Dulu yang masih alami, sekarang udah jadi bagus dan tertata rapi. Bahkan jalannya dipaving. 
Coban Rais ini kan sebenarnya lokasi air terjun dan yang saya datangi ini menuju ke lokasi wisata yang baru dan sedang nghits. Namanya Batu Flower Garden. Jadi ada puncak yang dikelilingi bunga-bunga cantik dan bagus buat spot foto. Lokasinya nggak cuma flower garden aja sih ada beberapa yang spot foto yang bagus juga. Kalau nggak salah ada enam spot. Salah duanya (karena ada dua) yang saya inget adalah Gowes Air dan Ayunan. Dua itu yang menurut kami cukup menarik buat foto yang instagramable. 



Pertama kali masuk kita ditarik perorangnya 10,000. Perjalanan dari tempat parkir sampai ke Flower Garden, katanya orang-orang disekitar cukup jauh, jadi harus naik ojek. Ya karna saya dan Nia ini Newbie, jadi mau nggak mau naik ojek yang tarifnya sekali jalan perorang 10,000.  Kalau mau ke spot foto yang seperti saya di atas, mau nggak mau harus masuk ke area Flower Garden. Untuk masuk ke area Flower Garden kena tarifnya 25,000 perorang. Dengan tarif segitu kami dapat 2 spot foto, yaitu di Love dan flower. Setiap spot foto satu orangnya dapat kesempatan foto 3x dan nanti bakal dapet 1 softcopy aja.
Setelah di flower garden, saya dan Nia lanjut ke spot gowes air. Cukup lucu dan memacu adrenalin juga sih. Karena posisi di atas gitu dan menjalankan sepeda yang tanpa kita gowes.





Setelah dari Gowes Air, lanjut lagi spot yang berikutnya yaitu Ayunan. Kalau ngeliat orang lain yang ayunan kelihatannya agak ngeri ya, soalenya backgroundnya tebing-tebing dan air terjun. Meskipun terlihat mengerikan, tapi hasilnya keren kok, yang agak ngeri sih lebih ke orang yang bakal dorong atau mengayunkan kita, soalnya dia nggak pake pengaman. Peserta yang di dorong juga beragam, mau yang kurus, gemuk, perempuan, atau laki-laki. Dengan sekuat tenaga dia harus ngedorong, nah takutnya dia terpeleset ke bawah. Nggak lucu kan  kalau jatuh. Sebelum naik, saya harus antri dulu, dan antriannya lumayan panjang. Padahal ntar fotonya bentar banget.

Ketika giliran saya, awalnya sih deg-deg-an, tapi setelah diayun, enak banget hahaha...
saya jadi ketagihan gitu. Untung sama mas-mas yang ngedorong dilama-lamain, jadi saya bebas berekspresi deh,..








Waktu udah menunjukkan pukul lima, setelah ambil softcopy foto, kami langsung meninggalkan lokasi Coban Rais. Matahari sudah mulai berlari buat bersembunyi. Langit udah menampakkan warna gelapnya. Udara mulai dingin dan lengkapnya saya nggak bawa jaket. Arah kami sekarang menuju ke alun-alun batu. Disana banyak pilihan makanan dan nanti bisa sekalian sholat magrib di masjid yang letaknya berseberangan dengan alun-alun. 

Di deketnya alun-alun dan sekitarnya lah ya, banyak banget jajanan dan makanan berat. Untuk jajanannya rata-rata sih sosis dan cilok gitu. Kalau makanan berat, ada sambel penyetan, bakso, nasi goreng, tapi saya lebih tertarik beli tahu gejrot isi ayam pedas dan Nia lebih memilih lumpia sama pismol mini. Karena nggak ada tempat yang cozy, akhirnya kami ngemper di masjid sembari nunggu adzan magrib (saya lupa nama masjidnya, pokoknya masjidnya terkenal di kota Batu). Hawa dingin, perut mulai keroncongan, dan tahu gejrot on my hand siap dilahap. Alhamdulillah enak. Bahagia itu sederhana, cuma satu porsi tahu gejrot isi empat biji, dengan harga sepuluh ribu aja, ditambah dengan air mineral botolan, mantab soul !!, kalau kata suaminya fitri tropika, " kita punya rase paling berkelass..", eh beneran lho nikmat banget. Sayang saya nggak sempet foto, soalnya udah kelaparan duluan ketimbang mikirin foto.

Seusai menunaikan ibadah sholat magrib, saya dan nia balik mikirin lagi next perjalanan ini mau kemana, mau pulang atau mau cari jajanan lagi yang searah dengan jalan pulang. Pilihan terakhir adalah makan jagung bakar. Kalau mau ke umbrella a.k.a payung, cukup jauh dan ini sudah gelap jadi di skip. Mikir mikir mikir... akhirnya saya ingat ada lokasi makanan kayak jagung bakar, roti bakar, bakar bakar gitu di kota Malang yang nggak jauh dari kawasan Jl Kawi. Sebelumnya saya sudah pernah kesana, tapi menurut saya memang biasa aja rasanya, jagung bakar ya rasanya jagung.. 

Nggak banyak timang menimang dan mikir mikir panjang lagi, akhirnya kami berdua langsung kesana. Dari masjid kami balik lagi keparkiran. Oiya ada yang lucu nih waktu kami balik dari masjid dan melewati alun-alun. Ternyata ada pocong, genderuwo, dan setan yg lagi kekinian, yaitu valak lagi main-main di Alun-alun. Mereka memang manusia sih yang berperan sebagai setan-setanan gitu ceritanya. Kalau mau foto sama dia bisa naruk duit, mungkin seikhlasnya. Saya pun nggak ketinggalan, ikutlah bikin video 


Hemm nggak annoyingkan liat videonya. Kalau liat aslinya lucu kok. hehehe..

Habis dari alun - alun Batu, kami langsung menuju ke kota Malang, tepatnya ke arah jalan Kawi. Karena dulu lumayan sering ke Malang, saya masih inget jalannya.
Sampai di lokasi yang saya maksud, Nia mendadak nyeplos, " lha iki lak sing tak tunjuukin tadi di google..jalan pulosari"
wkwkwk maapkeun, saya ndak tahu nama jalannya, tapi tahu lokasinya. Ya alhasil cukup nggak nyambung sih.tapi syukurnya bisa nyampe juga. 
Jadi lokasi ini sepanjang jalan (yang jaraknya juga ga panjang-panjang amat), banyak yang berjualan jagung bakar, roti bakar, sampai ada nasi goreng dan ayam bakar juga ada. Cukup ramai akan pemuda pemudi yang sekadar nongkrong atau emang mau makan malam bersama teman, pacar, atau sanak saudara. Terakhir saya kesini sama ayah saya. Saat itu mau jemput mama saya. Saya dan ayah ketempat ini malam, kalau nggak salah sekitar jam 10 malam ( cukup buat saya galau, makan nggak makan nggak..) so far lokasinya lumayan, tapi saya rasa makanannya biasa aja. yaaa gitu -gitu aja, namun cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa. Dan kebetulan waktu itu ada pengamen yang cukup unik. Uniknya itu ngamen sekampung dengan membawa peralatan yang sederhana namun cukup bisa membuat satu kesatuan musik yang enak didengar. 

Sesuai keinginan Nia, jagung bakar sudah ada didepan mata dan saya memesan roti bakar plus jagung bakar juga sih ( ketauan deh siapa yang doyan makan), yaa maklum biar nggak kelaparan nanti di bus. Niatnya sebelum makan mau hubungi mas-mas sewa motor namanya mas Arie. Tapi karena udah kenyang duluan dan posisi HP nggak ditangan , karena lagi di charge, jadi lupa deh. Jangankan mau hubungi mas Arie, mau isin bensin motor aja lupa. Alhasil saya dan Nia sempet muter-muter ketika cari pom dan memutuskan untuk memilih balik lagi ke jalan ijen yang sebelumnya udah sampai di stasiun kota baru Malang. Karena pom bensin yang saya tau tempatnya dan hafal jalannya cuma di deket jalan Ijen.

Habis isi bensin , kami balik lagi ke stasiun dan baru inget belum janjian sama mas Arie. Sempet bingung juga, soalnya mas Arienya ketika saya telepon nggak diangkat-angkat. Nah kata Nia , dia inget kalau misalnya nggak ketemu sama mas Arie, bisa dititipkan ke mas-mas yang jaga counter HP. eh tapi si mas-mas yang jaga counter nggak merasa dititipkan KTP saya dan Nia. Cukup panik sih, karena udah malam juga. Usaha tanya sana sini, akhirnya ada temennya mas Arie yang coba kasi saya nomor telepon istrinya mas Arie. dan Alhmdllh bisa dihubungi. Kata istrinya di titipkan ke mas Arul dan mas... (aduh lupa). Tapi yang bisa ditemui adalah mas Arul. Ternyata keduanya mas2 tadi adiknya mas Arie. Alhmdllh mas Arulnya nggak lama dateng membawa KTP saya sm Nia. Dan aakhirnya kita pulang. Eh tapi belum selesao, karena kami belum sampai di terminal Arjosari. Untuk menuju ke terminal Arjosari, kami harus naik angkot dulu. Karena ini udah jam 10 malam, angkotan umum sudah jarang terlihat melintas sekitaran stasiun, alias  udh sepi. Alamak.. 
Akhirny mau nggak mau naik go car. Nahh kesalahan juga sih pesen go car depan stasiun, cari mati namanya. Untung sopir go car-nya mau, tapi dengan syarat saya harus jalan ke arah salah satu warung yang nggak jauh dari pintu keluar stasiun. Katanya disitu bascampnya taksi online. Awalnya nggak yakin sih, tapi ya udahlah ya, lagian jaraknya nggak jauh-jauh amat kok. Nggak lama si go car datang. Kami bukannya langsung naik, tapi kami disuruh nunggu dulu. Si supir ( bapak2) malah turun dari mobil dan masuk ke warung tadi. Agak curiga, pasti dia mau bayar "fee" ke salah satu orang yang di warung itu. 
Kami pun penasaran knpa bapaknya harus turun dulu dll. Ternyata dugaan kami benar. ya tau lah, taksi atau gojek online dengan para angkot kan sekarang lagi berseteru gitu2 deh, jadi agak hati-hati aja. Mendadak si bapak minta kami salah satu buat duduk di depan, tapi matanya arahnya ke saya. Awalnya sih ogah ya. Tapi dari pada nanti kena sesuatu yang terjadi berkaitan dengan perseteruan tadi, akhirnya saya ngalah. Tapi perasaan saya mulai nggak enak nih ketika udah pindah duduk di depan, ternyata pak supirnya modus. Aduuh nyesel deh. Alhasil sepanjang perjalanan, mood saya berubah jadi mendung. Ini kalau nggak karena sudah malam, bisa-bisa saya cancel orderamnya. Coba aja dia ngapa-ngapain saya, tak laporin ke gojek dan mati kau kena sespen. Untgnya nggak, tapi tetep buat saya bete besarrr...

Sampai di terminal, saya langsung turun dan cukup keras saya menutup pintu. Biar tau rasa. 
Melihat terminal udah sepi, alhmdlh masih ada satu bus yang masih ngetem. Ya udah langsung deh saya dan nia kejar. dan Alhmdllh pulanglah kami ke Surabaya. 
Cukup berkesan deh mbolang tipis-tipis kali ini. Dekat jaraknya tapi lumayan banyak kejadian-kejadian yang tak terduga. Kalau nggak ada kejadian nggak ada cerita dan pengalaman nantinya.

Semoga besok-besok ada kesempatan lagi buat mbolang lagi sama Nia si cewek yang kecil-kecil namun seteroooooooong, gimana g seterooong dia PP lho Malang- BATU -Malang. jossss yaaa mbak Nyiiik... 



  

Kamis, 28 September 2017

Pagi Alam Semestaku





Selamat pagi alam semesta
Selamat datang di hari baru ku
Tanpa cinta tanpa luka tanpa sakit
Hanya ada aura positif mu untuk jalani hidup ini
Dan kurakit kembali dunia baru