Jumat, 20 April 2018

The Second Time for Surprising Belated Birthday Party

Alhamdulillah untuk kali kedua saya dapat surprise birthday.
Seperti ditahun sebelumnya, saya pernah mendapatkan surprise birthday dari teman-teman satu tim. Surprise itu juga berawal dari spv saya super baik yaitu mba Amel. Nah berhubung ditahun 2018 tepat bulan februari kemarin dia resign, jadi saya langsung ingat akan surprise bithday. Mendadak muncul pertanyaan, kira-kira bulan depan saya dapet surprise nggak ya?. Secara, penggagas surprisenya itu per 1 maret udah nggak kerja lagi. Yah wallahualam aja deh. Kalau temen2 yg lain inget hari ulang tahun saya itu syukur kalau nggak ya gpp juga jadi bisa saving budget buat yang lain.
Dan ketika hari ultah ku tiba, yeah
no one else knows when it was my birthday. Malah hari itu ada surprise untuk  new hire yang dua hari lalu ulang tahun. Dan itu aku nggak dapet invitation lho. Mendadak sore2 saya diajak buat ikutan kasi surprise alasannya karena nggak ada orang lagi, yang lain masih pada meeting di tempat lain. Huhuhu swedih ya. Tapi ya everything its oke kok. Karena bahagia itu sederhana, yaitu bisa ikut membahagiakan orang lain. *oposeh

Ketika itu hari udah semakin sore, setelah acara surprise birthdaynya si anak new hire itu, nggak lama ada dua teman saya yang sesama contractednya dari departement tax nyamperin saya dan mengucapkan selamat ulang tahun. Nggak lupa juga dengan doa2 yang mereka berikan ke saya. Oya sebelumnya pagi-pagi si Ana juga kasi surprise dengan kirim setengah lusin donat.
Naah semenjak kehadiran teman saya dan donat itu, anak baru dibagian saya ternyata sedaritadi memperhatikan saya. Terus dia bertanya dengan polosnya.
"Mba Raisa ulang tahun juga ya?"
Upss... kaget lah saya.
"Hehehe iyaa..." saya jawab sambil senyum meringis.
"Owalaa pantes tadi aku denger mbak bilang iya makasi ya doanya, amiin.. amiin..sama ada donat di meja tapi mbak kayak bingung gitu"
Yeaaahh akhirnya ada yang tahu deh.
Yawes lah yaa cuma anak baru doang yang tahu. Dan benar keesokkan harinya keadaan aman dan nggak ada apa2. Oke fine. Hingga menjelang akhir bulan. Kalau nggak salah tanggal 28 apa ya, mendadak ummi chatt saya buat minta tolong benerin e-spt dan saya diminta buat nyamperin dia. Hemm.. awalnya saya agak males karena masih banyak kerjaan. Dan saya juga ngerasa aneh, karena alasannya ummi itu g masuk akal. Kok mendadak ada pembetulan? Bukannya dia nihil ya. Tapi ya udah lah ya. Saya samperin mungkin dia butuh bantuan lainnya. Terus menddk account e-spt nya dia nggak bs dibuka. Dan saya kasi waktu dia buat nyoba buka accountnya sambil saya nyemilin biskut coklat yang ad di mejanya ummi. Ehh nggak lama saya liat mba fenny dan mas Restu berdiri berbarengan terus natap kubikelnya ummi . Daaaan
"Happy birthday to you..." saya dengar dari belakang ada suara2 nyanyian itu dan saya liat sudah ada teman2 lainnya bawa kue and especially my manager bu Trisa. Waaah sumpah kaget dan speechless saya. Jujur saya deg2an, bingung, mana saya masih ngunyah biskuit coklat yang coklatnya lumer menghiasi gigi saya. Bahkan saya sebelumnya saya tanya, siapa yang ulang tahun? Sontak mas Restu ketawa. Ya iyalah ini udah  kelewat dua minggu. Untung masih dalam bulan yang sama.
Subhannallah kaget beneran lhoo...aslii...
Dan seperti ritual2 biasanya, kue ultah dikasi, tiup lilin smbil difoto, pemberian hadiah, terus foto2 deh with all the team.
Alhamdulillah yaa kali ini juga pemberian hadiahnya sama bu Trisa.

So finally... thanks a lot my team with the surprising belated birthday party, meski telat nggak apa2 deh yang penting mereka masih a wear dengan saya.

Minggu, 15 April 2018

Lelah tapi Nggak Nyerah

Nggak tau knapa aku sebenarnya nggak pernah percaya pencarian jodoh melalui situs2 sos med pencarian jodoh, apalagi kemarin sempet zonk aja sama salah satunya.
Aku ngerasa kenalan orang baru itu kadang ribet. Iya kalo emg bisa dipercaya, kalo nggak gimana.
Tapi aku harus cari dimana lagi. Orang yang tadinya aku sayang, wes pergi. Dan tetap dengan keadaan ku yang sampai sekarang aku nggak tau letak kesalahan ku ke dia itu apa.
Ahh sudah lah aku nggak mau banyak berharap. Pasrah sama Allah. Kekasiannya Allah aja ke aku. Jodoh ku dtgnya kapan aku juga ga tau. Aku udah capek. Hanya sabar dan ikhlas aja aku ngejalani hidup ini. Aku kayaknya nggak punya semanga t hidup lagi. Mau melakukan apapun itu takut salah. Takut org g suka. Takut salah pilih. Serba takut. Jujur aku masih berada dizona nyaman dan aman. Aku harus keluar dari itu, tapi aku nggak tau mulai dari mana. What should I do?
Semua org bilang. Ayo kapan nikah, ayo mana pacarnya. Mereka tanya seperti itu kayak nikah itu kayak kita mau jalan2 ke mall yang bisa ditempuh naik angkot atau jalan kaki pun bisa sampai.
Semua karena ridho Allah. Bagaimana pun juga kalo aku paksain, kalo Allah nggak ridho. Gmn mau nikah?
Kalau bisa itu tanya apa sudah dapet jodoh? Kalo belum, mau nggak dibntu nyariin. ? Apa yang perlu saya bantu buat menyegerakan km nikah?
Ya, I think this good question ketimbng tanya, kapan km nikah?
Sekalian aja aku jawab, coba km tanya Allah, ya Allah kapan sih icha nikah?

Siapa sih yg ga mau nikah?
Siapa? Hanya org yg berkomitmen bahwa hidup bahagia nggak cuma nikah.

Pikiran saya udah kalud. Saya sendiri juga bingung harus ngapain dulu. Embuh lah fokus kerja dulu aja. Cari kerja mapan aja.

Nggak nikah sekarang juga nggak papa, asal nggak nyerah untuk mencari - quote from movie "knpa harus bule?"

Selasa, 03 April 2018

Singkat namun Bermakna

Pertemuan yang singkat tapi membawa pelajaran dan makna yang berharga. Kala kita lihat kehidupan orang lain hanya kabar luarnya saja, tapi kita nggak pernah tahu bahwa setiap manusia pasti juga ada hal-hal atau masalah yang mereka hadapi meski sebagian orang menilainya tak berat dan ada yang menilainya cukup berat bagi yang tak mungkin bisa menjalaninya.

Kemarin hari Minggu saya bertemu dengan seorang kawan lama, kawan satu bimbingan belajar ketika masih duduk di bangku SMP. Saya nggak perlu menyebutkan namanya. Cukup saya panggil si A. Terakhir kami bertemu disuatu acara trip ke Bromo sekitar bulan Agustus 2017. Dan saat ini kami bertemu lagi karena kami  memiliki minat yang sama yaitu olahraga. Berawal dari postingan saya di status Whatsapp, dia tertarik untuk ikutan jogging. Akhirnya di hari Minggu itu kami bertemu di suatu taman di tengah kota Surabaya. Lokasinya nggak jauh sih dari rumah nenek saya di Keputran. Setelah kami saling bertemu, kami memutuskan untuk jalan sehat yang dimulai dari taman tersebut (aduh saya lupa nama tamannya, pokoknya disekitar jalan Biliton). Dari jalan Biliton kami berjalan menuju kearah Gubeng dan belok kearah monument kapal selam. Namun sebelum kearah Delta Plaza atau jalan Pemuda, kami berbelok kearah jalan Kayun. Dari Kayun jalan masuk ke jalan Irian Barat dan kembali ke Jalan Sumatera. Ditengah-tengah kami jalan sehat sempet juga kami mampir ke Elizabeth (toko tas, baju, dan pernak pernik) hahaha... maklumlah cewek, yaa skalian ngadem. Ada mungkin kami lihat-lihat sekitar setengah jam, setelah itu kami lanjut jalan ke arah jalan Jawa. Rencananya mau makan buryam kesukaan saya lagian si A juga belum sarapan. Ketika kami mampir ke buryam itu, ternyata udah habis. Dan kami pun akhirnya lari ke indomaret sebrang jalan Jawa. Nahh disitu kami istirahat sejenak. Beli minum dan beli buah yang sudah dipotong. Sambil istirahat, akhirnya kami saling bercerita satu sama lain. Dia pun sempet bertanya kepada saya,  saat ini siapa laki2 yang ada dalam kehidupan saya. Dan saya berterus terang kalau belum ada laki-laki yang menjadi kekasih atau bahkan calon suami. Dia agak terkejut, karena dia sempet mengenalkan kepada saya sosok laki2 temannya teman kerjanya. Saya sih jujur aja, laki2 yang dia kenalkan pada saya sepertinya tidak tertarik atau nggak memberikan response kepada saya. Entah mgkin saya bukan tipenya atau bagaimana saya kurang tau. Dan nggak lama saya pun bergantian menanyakan balik tentang kehidupannya yang katanya bentar lagi akan menikah dengan pujaan hatinya yang dulu waktu di Bromo sempat dikenalkan pada saya. Kabarnya sih April ini orang tua si laki2 akan dtg dari Depok ke Surabaya untuk meminta si A. Saya mendengar cerita itu ikut bahagia, dan disisi lain saya merasa "wah saya kapan ya bisa dilamar segera dengan laki2 pilihan Allah swt."
Hanya sepintas lalu saya sadar, pacar aja belum punya.
Setelah itu dia melanjutkan lagi ceritanya, dia sempet bertanya lagi pada saya. Lebih tepatnya minta pendapat. Bukan karna sosok laki2 yang akan melamarnya, namun dia ternyata dibalim cerita indahnya yg akan dilamar, dia  sedang dihadapkan suatu masalah yang mungkin agak sepele tapi kalau ditanggapi dgn emosi akan menjadi besar (menurut saya). Jadi si laki2 ini punya sahabat perempuan yang katanya dulu sebelum kenal dgn si A ini, mereka berdua sudah saling dekat sebagai sahabat. Sebut aja sahabat perempuan ini si B. Nah si B ini memang sebelumnya sudah pernah dikenalkan ke saya waktu ke Bromo itu juga. Dan kejadian trip ke Bromo kemarin ternyata membawa suatu kecurigaan tersendiri bagi si A terhadap sikap si B dan pacarnya. Si A merasa si B kok terlalu dekat banget sm si pacarnya si A, tapi si A  menghiraukan itu semua. Hingga suatu ketika si A merasa aneh. Karena si B tau semua tentang pacarny si A, sedangkan si A seperti nggak tau apa2. Si A paham antara si B dan pacarnya itu sahabatan tapi bukan berarti si pacarnya banyak ceritanya ke si B. Dan sepertinya si B merasa tau sikap si A yg berubah. Si B agaknya tersinggung dan rupanya sensitif apalagi si B ini adalah seorang janda sudah punya anak. Dia merasa tersinggung takutnya dinilai tidak ada harga dirinya sebagai janda. Yaah dari situ si A bertanya pada saya. Apa yang harus dilakukan si A dengan smua ini.
Honestly, saya agak speechless ya. Secara saya belum berumah tangga. Namun pada intinya ini adalah godaan si A ketika akan menikah. Lagi-lagi saya hanya bisa mengatakan sabar. Saya hanya berpesan padanya, bahwa ini adalah godaan atau ujian yang dimana ketika nantinya setelah menikah ini akan bisa menjadi bekal kekuatan dan pelajaran hidup dalam berumah tangga. Saya bicara begini karena saya ingat kata dari ibu saya yg sekarang, kalau sudah menikah nanti kehidupan ini akan dihadapkan berbagai masalah di tahun pertama, kedua, ketiga, hingga kalo ga salah ke lima. Entah masalah karakter yg mulai nampak, masalah keuangan, masalah anak, masalah pihal ketiga (bukan org ketiga dari luar saja tapi dari keluarga bs menjadi disebut pihak ketiga). Setidaknya masalah yang si A hadapi sekarang ini hanya sebagian kecil (mungkin). Dan saya hanya memastikan, si pacarnya si A udah serius kan akan melamar si A dan dari keluarga keduabelah pihak nggak masalah kan. Jika memang nggak ada masalah, saya hnya berpesan sama si A tetap fokus menjalani kelangsungan pernikahan. Saya hanya bisa berpesan seperti itu, namun sebenarnya juga belum tentu bisa menjalani apa yang dihadapka  si A, karena cari pacar aj belum dapet2. Hahaha..
Tapi setidaknya saya sedikit2 ikut memahami permasalah apa yang terjadi, meski ada cerita indah diluarnya namun di dalamnya masih ada kerikil2 yang menghiasi. Karena nggak ada hidup manusia itu mulus. Jalanan aspal aja perlu adanya maintenance. Ibarat kehidupan manusia juga perlu adanya pemeliharaan, mgkin komunikasi, menjaga perasaan, membaca kondisi atau situasional, dan hubungan yang dewasa.
Maap jika ada yang membaca tulisan ini terkesan hiperbola atau melebih2kan dan beranggapan saya sok tahu. Tapi ini pikiran positif saya. Dan saya nulis ini dalam keadaan sadar bahwa saya nantinya saya belum tentu juga bisa melakukan hal yang saya tulis. Saya hanya berpikiran, kalau kita sama2 saling memahami dan belajar. Karena kalau teori aja tanpa pemahaman itu sama aja dibisikin dari telinga kanan terus keluar telinga kiri nggak mampir ke otak. *duh apasih..

Yah begitulah..

Minggu, 07 Januari 2018

Bismillah...

Apa yang kau katakan pagi ini dan kepada siapa kau akan katakan pagi ini
Semua hanya kepada Allah, panjatkan doa pagi ini kepada Allah, karena beliaulah maha segalanya
Tak perlu ada ketakutan, yakini Allah ada disamping kita setiap saat setiap waktu dan dimanapun kita berada.
Ucapkan bismillahirrohmannirrohim dan lalui semuanya dengan baik.

Sabtu, 02 Desember 2017

Yang deket-deket aja deh, Asal Happy


Selalu ada cerita lucu ketika kami mbolang bareng. Karena cutinya Cuma satu hari, dan kami juga nggak ada perencanaan yang matang buat long trip, akhirnya kami berdua memutuskan untuk melakukan short trip, kemana lagi kalau bukan ke Malang. Yang deket-deket aja deh, asal happy. Kalau dibilang bosen, lumayan, tapi sebenarnya masih banyak sih tempat-tempat keren yang perlu dikunjungi di Malang. Kalau mau ketempat yang lebih dingin lagi bisa lanjut lagi ke Batu. Sekarang Batu juga ramai kok. Mulai banyak tempat-tempat Wisata yang diperbarui, seperti yang aku dan mba Nyik kunjungi kemarin, yaitu Selecta. Nama Wisata yang satu ini nggak asing bagi kami berdua. Namun sudah lama banget aku nggak kesana, bahkan aku sampai lupa kapan terakhir kesana. Kalau mba Nyik sih, katanya baru tahun kemarin ke Selecta bareng ibunya.
Sebelum cerita soal tempat Wisata yang satu itu, seperti biasa aku mau cerita dulu perjalanan ku dan mb nyik sebelum sampai ke Selecta. Cerita perjalanannya menurut aku nggak biasa, selalu ada yang konyol. Terserah sih orang mau menilai apa terhadap cerita aku ini, tapi buat aku ini pengalaman yang nggak terlupakan.

Jadi ceritanya, aku dan mba Nyik ini seperti biasa janjian dulu di terminal Bungurasih. Setelah parkir sepeda motor ditempat penitipan, kami langsung masuk ke dalam terminal dan naik bus jurusan ke Malang. Alhamdulillah perjalanan Surabaya – Malang nggak ada hambatan. Sesampainya di Malang, kami nggak turun pas di terminalnya. Kami mengikuti orang-orang yang turun di lokasi banyak parkiran penitipan sepeda motor. Awalnya kami mau naik kereta, tapi nggak jadi. Knpa kami naik bus dan knpa nggak naik kereta, karena bus lebih cepet, nggak perlu beli tiket bahkan harus menentukan jadwal keberangkatan. Namanya juga short trip, jadi semua serba singkat dan dadakan. Akhirnya kami memutuskan naik bus. Mungkin kalau naik kereta untuk menyewa motor lebih mudah, karena penyewaan motor kebanyakan di kawasan stasiun.

Setelah turun, kami berencana naik angkot untuk menuju ke stasiun. Maklum jarang ke Malang ya, jadi kami sempet lupa angkot apa kalau ke stasiun. Apalagi angkot di Malang warnanya sama biru semua. Pembedanya pada hurufnya aja, ada ADL, AMG, LG, dll dan dari singkatan-singkatan itu, jujur kami lupa angkot mana yang jurusan ke stasiun. Belum lagi diangkotnya  nggak semua angkot menyebutkan keterangan destinasinya kemana aja mereka melintas. Mau nggak mau kami harus tanya dulu. Nah lagi bingung-bingungnya, tiba-tiba ada angkot yang mendekat. Sempet manggil sih si supirnya. Kami berdua mau ke stasiun Malang, nah dari situ saya lupa stasiun yang kami datangi itu kota baru atau kota lama (jujur saya nggak afal). Mungkin pelajaran ya, kalau mau ke Malang atau kota manapun harus cari tahu dulu lewat google. Asal nginget2, aku keingetnya jalan trunojoyo. Sempet tanya juga sih sama supirnya. Emang sih pertanyaan aku universal. Mau ke stasiun Malang, at least stasiun Malang ada dua. Hahaha (bodoh). Aku hanya inget nama jalannya, yaitu tadi jalan Trunojoyo. Si supir pas udah aku tanya, dia iya2 aja. Ya udah kami berdua langsung naik. Awal perjalanan biasa aja. Lama-lama aku merasa nggak enak, karena jalur yang dilalui angkot ini kok ada yang beda. Mendadak lewat kawasan Kampung Warna Warni Jodipan. Pikir saya, oh mungkin angkot yang kami naiki beda tapi melewati jalur yang kami tuju. Bener sih jalurnya beda, tapi beda pula sama tujuan kami. Ketahuannya waktu aku lagi konfirmasi ke Mas Arie rental motor. Oiya flashback bentar ya, saat perjalanan dari Surabaya menuju Malang, sebelumnya aku chatt WA ke mas Arie rental motor untuk menyakan stok motornya. Nah waktu aku dan mba Nyik di angkot, mas Arie sempet bilang, oke mba bisa, tempatnya seperti kemarin lho, di carwah stasiun kota baru. Emm perasaan aku mulai nggak enak. Akhirnya aku tanya ke supir angkot. Ini arahnya ke stasiun mana, dan si supir jawabnya “stasiun kota lama kan mba”. Dengdoooong !! salah. Pas aku mau jawab balik, eh si supir udah bilang “mba itu stasiunnya” sambil ngeberentiin angkotnya dipinggir jalan. Dan akhirnya aku dan mba nyik tiba di stasiun kota lama Malang.  Ya udah mau nggak mau turunlah aku sama mba Nyik. Habis turun bingung juga bakalan naik angkot apa ke stasiun kota baru Malang. Lagi-lagi disamperin Angkot dan ditawari sama si supir. Karna tau kesalahannya dimana, aku nggak mau ngulangin lagi. Dengan tegas aku bilang, mau ke stasiun kota Baru Malang. Akhirnya si supir langsung bilang, naik angkot belakang saja. Diangkota yang belakang, langsung aku tembak dengan pertanyaan "pak ke stasiun kota baru ya". Setalah dapat jawaban, akhirnya aku dan mba nyik naik. Di dalam angkot kami berdua sempet ketawa-ketawa sendiri atas kekonyolan aku ini.

Sampai di stasiu kota baru Malang, kami sempet menuju ke loket tiket untuk menanyakan jadwal kereta ke Surabaya. Ternyata eh ternyata, jadwal kereta ke Surabaya nggak ada, karna ada masalah di perlintasan kereta api di kawasan porong Sidoarjo, kabarnya banjir hingga menutupi railwaynya dan cukup membahayakan. Oke akhirnya nggak perlu berharap lagi buat naik kereta.
Lupakan tiket kereta, kami berdua melanjutkan ke tujuan utamanya yaitu mau nyewa motor. Seperti cerita sebelumnya, aku udah janjian sama mas Arie orang yang menyewakan motor. Tapi ternyata mas Arienya lagi nggak bias dating dia lagi jemput anaknya sekolah. Jadi kami bertemu dengan adiknya namany mas Arul. Setelah bincang-bincang, kami dialihkan ke mas Faruq. Sepertinya mas Faruq ini dari penyewaan yang berbeda, cuma harga tetap mengikuti dari tempat persewaannya mas Arie. Dan kami akhirnya dapet motor vario 125 dengan harga sewanya 60rb.

Udah dapet sewa motor, kami langsung berangkat menuju Batu. Kali ini nggak akan  nyari makan ditempat yang aneh-aneh lagi dan nggak akan nyasar lagi. Mengingat akan pengalaman  sebelumnya (di cerita blog : mbolang tipis-tipis), kami sempat cari makan siang dulu sate landak yang lokasinya keluar dari kota malang, daerah Pakis. Dan sebelum menuju ke Pakis, kami juga sempet nyasar dulu. Lucu juga sih  kalau diinget-inget.

Kami berdua sepakat cari makannya sesuai arah tujuannya, yaa yang deket-deket selecta aja. Nyik sendiri udah ngiler juga sih pengen makan bakso, okelah di Batu pasti banyak. 
Cuaca Malang mendadak berubah mendung, padahal jam 12 siang. Semakin lama mendungnya juga semakin gelap. Dan ketika sampai di kawasan Universitas Brawijaya, eh Hujan. Kami sempat berhenti dan memasang jas hujan. Perjalanan semakin naik , hujannya semakin deras. Agak ngeri juga sih soalnya jalanannya naik dan hujan, mana motor varionya agak tinggi. Aku udah nyerah diawal untuk gentian nyetir. Jujur aku takut. Nggak lama, kami sempat nginyup di pom bensin. Namun hujan semakin deras. Kalau ditunggu sampai redah, bakalan lama. Ya udah mau nggak mau langsung dilanjutin naik. Dengan bismillah kami melanjutkan perjalanan. Sampai di kota Batu, hujannya mulai redah, tapi masih grimis-grimis manja gitu. Dari kota Batu kami hanya mengikuti penunjukkan jalan aja untuk menuju ke Selecta. Ternyata agak jauh ya dibandingkan dengan menuju ke Coban Rais. Sampai di Selecta, kami berdua disambut dengan pemandangan yang aduhai banget. Perbukitan yang tertutup dengan kabut tebal dan hawanya yang mulai sejuk. Subhannallah.. enaaaaak bangeeeet. Meski badan sebagian basah, tapi kami masih menikmati keindahan dan kesejukkan itu. Tempat wisatanya juga nggak begitu rame jadi kami puas deh jalan-jalan (ya iyalah hari Senin gitu, dimana semua hectic kerja, kami malah jalan-jalan, hahaha).




Kamis, 09 November 2017

Mengunci dalam Ingatan


Ketika hari itu datang, hari dimana aku mulai menghadapi kehidupan seperti biasa. Tidak ada lagi dia yang dulu menyapa dan menanyakan keadaanku lewat pesan singkat, begitu sebaliknya. Hubungan yang pernah aku dan dia jalani mendadak hilang, lenyap bak debu tertiup angin. Dia yang dulu sempat menginginkan aku, namun saat ini terbalik (mungkin) menjadi menjauhi bahkan terkesan membenciku dan seolah aku nggak pernah jadi bagian besar dalam hidupnya lagi. 

Boodohnya, kadang suatu ketika teringat kembali tentangnya. Merindukannya yang jelas-jelas dia tak merindukanku balik, aku tahu itu sia-sia. Dan itu menjadi musuh terbesar ku untuk menjadikan diri manusia yang kuat dan tegar.

Tak seharusnya aku menyalahkan  keadaan, tapi mungkin semua sudah ada yang mengatur. Hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati manusia. Sekarang baiknya selesai sampai disini, bukan aku tidak mengusahakan atau menyerah, hanya saja aku berusaha bijaksana, mengerti kapan harus berhenti. 

Kini hanya mengunci dalam ingatan. Aku tak kan melupakannya yang sudah pernah berarti dalam hidupku. Jujur aku masih sayang, tapi mungkin tak menginginkannya karena luka. 

Hanya dengan satu benda ini yang selalu aku bawa kemanapun hingga nantinya barang ini akan punah dengan sendirinya.




Percayakan saja pada alam yang berbicara dan segala ridho Allah swt. Jika memang kami bisa bersatu, maka akan dipersatukan entah bagaimanapun caranya. Namun, jika alam berkata tidak dan tidak pula dengan keridhoan Allah swt, mungkin semua hanya kenangan dan menjadi cerita lucu ketika nanti kami bertemu dengan membawa pasangan masing-masing, bahkan dengan membawa hasil keturunan.



I am believe, Allah's plan is better than your dream. 
Inspired song "usai di sini" by Raisa






Selasa, 24 Oktober 2017

Rindu tak Rindu

Ada sesuatu yang menyiksa didada
Kegelisahan yang tak kunjung henti
Kuingin kau kembali sebenarnya
Hanya saja percuma, kau sudah terhanyut selamanya
Tak mungkin ada keajaiban yang murni
Mungkin tergantung alam yang berucap tuk bisa dipertemukan
Semua masih rahasia dan teka teki.

Memang ku rindu saat ini
Dan aku masih menanti mu
Mesti tak selamanya.